Pengunaan bahasa pada anak

Nama : Nopia wati
Nim : A1D117007
R001 semester 5

Penggunaan Bahasa Pada Anak

Pendahuluan
pada usia anak  (1 - 2,5 tahun) Pada periode ini anak mulai mengucapkan perkataannya yang pertama, meskipun belum lengkap. Misalnya: atit (sakit), agi (lagi), itut (ikut), atoh (jatuh). Pada masa ini beberapa kombinasi huruf masih sukar diucapkan, juga beberapa huruf masih sukar untuk diucapkan seperti r, s, k, j, dan t. pada anak usia ini juga mulai mimic wajah dan ekspresi muka nampak.
Pada saat saya melakukan pengamatan pada anak usia 2 tahun yang saya lihat sangat banyak kata-kata yang dikeluarkan yang di pakai pada anak yang bernama keysa asifa ini dalam kata-kata sehari-hari sangat banyak hanya ada beberapa huruf yang membuat ia susah untuk mengucapkan kata-kata tersebut, tetapi lain pada saat pengucapan huruf satu persatu ia tidak terlalu susah tetapi pada waktu huruf tersebut di satukan misalnya menjadi rara pada saat itu anak merapa kesusahan atau kesulitan dalam menyebutnya.
Dalam mimic wajah yang digunakan anak ini juga sudah jelas pada wajahnya misalnya saja pada waktu ia senang, sedih, gembira, cemberut. Pada saat pengamatan ekspresi anak tersebut yang saya lihat seprti
Anak gembira ketika di bolehkan main Bersama teman-temannya
Anak bercerita sambal memprakterkan
Anak lompat-lompat saat gembira
Anak marah saat keinginannya tidak dituruti
Anak cemberut sedih saat yang ia mau tidak ia dapatkan
Anak tertawa ketika bermain bersama temannya
Anak menangis saat ia merasa kesakitan
Anak ketika berbohong
Anak ketika ingin dimanja

Perkembangan anak sangat penting disini orang tua sangat berperan penting dalam hal mengembangkan keterampilan Bahasa anak bias melalui dengan berinteraksi secara teratur. Misalnya menyanyikan lagu, membacakan cerita sederhana, ketika itu dia akan mulai bias berbicara tentang hari atau menjelaskan tentang hal-hal yang ia suka atau tidak suka.
Namun ketika orang tua sibuk dan tidak memberikan perhatian khusus pada anak untuk mengembangkan bahasa, bias membuat anak kesulitan dalam mempelajari Bahasa tersebut.


teori
Periode Prelingual (usia 0 - 1 tahun)
Pada periode ini anak mempunyai bahasa sendiri, misalnya mengoceh sebagai ganti komunikasi dengan orang lain. Contohnya baba,mama, tata.
Periode Lingual Dini (1 - 2,5 tahun)
Pada periode ini anak mulai mengucapkan perkataannya yang pertama, meskipun belum lengkap. Misalnya: atit (sakit), agi (lagi), itut (ikut), atoh (jatuh). Pada masa ini beberapa kombinasi huruf masih sukar diucapkan, juga beberapa huruf masih sukar untuk diucapkan seperti r, s, k, j, dan t.
Periode Diferensiasi (usia 2,5 - 5 tahun)
Yang menyolok pada periode ini adalah keterampilan anak dalam mengadakan diferensiasi dalam penggunaan kata-kata dan kalimat-kalimat. Perbendaharaan kata sedikit demi sedikit mulai berkembang.Kata benda dan karta kerja mulai lebih terdiferensiasi dalam pemakaiannya, hal ini ditandai dengan penggunaan kata depan, kata ganti dan kata kerja bantu.
Perkembangan bahasa sesudah usia 5 tahun.
Dalam periode ini ada anak dianggap telah menguasai struktur sintaksis dalam bahasa pertamanya, sehingga ia dapat membuat kalimat lengkap.
Latifa dalam Psikologi Emosi: Ekspresi Emosi, bahwa:
Ekspresi vokal dapat berupa nada suara dan urutan pengucapan. Biasanya nada suara vokal seseorang akan berubah mengiringi emosi yang dialami. Seseorang yang marah nada suaranya akan meninggi. Mereka yang bahagia akan lepas dan lancar. Sedangkan mereka yang sedih mungkin terbata-bata. Tidak jarang kita tahu emosi yang dialami seseorang hanya dari nada suaranya saja. Suara sama pentingnya dengan ekspresi wajah, tetapi berbeda: wajah selalu bisa diobservasi kecuali kalau individu memakai topeng atau selubung (mencoba menyembunyikan emosi), namun suara adalah sebuah sistem yang tidak teratur yang biasanya bisa dihentikan sesuai kehendak. (2012:4)
Menurut penrod 1983 ekspresi wajah adalah gerak wajah atau mimic muka yang mengindikasikan emosi yang dialami seseorang dengan jelas.
 Suatu prilaku individu yang mengambarkan suatu emosi yang ia rasakan Carlson 2004)



Nama anak : keysha asifa
Umur anak : 2 tahun  (tanggal 08 februari 2017)
Deskripsi penggunaan bahasa pada anak yang bernama keysa asifa yang berumur 2 tahun kata-kata yang digunakan sudah banyak hanya saja ada beberapa huruf yang masih susah dikatakan seperti hurup ( R ) contohnya seperti (baru) dalam kata pengucapa baru ini keysa kalu kita dengar seperti terdengar balu apa lagi jika huruf R dalam kata banyak seperti (roro) itu seperti terdengar sangat sulit untuk ia ucapkan, tetapi pada saat pengucapan huruf satu per satu pada huruf R ini tidak terlalu susah tetapi jika disatukan menjadi sebuah kalimat baru anak tersebut susah untuk mengucapkan

Pada usia ini, anak telah bisa menyusun kata-kata yang dimilikinya menjadi sebuah komunikasi dengan orang lain, kalimat-kalimat yang digunakan dalam berkomunikasi tersebut di antaranya adalah :
Dalam berkomunikai ini si anak ( keysa ) telah mampu menyusun kata-kata yang dikuasainya menjadi sebuah kalimat yang baik.
Mimik atau gerak tubuh yang di gunakan si anak ( keysa ) dalam berkomunikasi dengan orang lain juga digunakan oleh si anak ( keysa ). Mikik atau gerak tubuh si anak ( keysa ) di antaranya adalah :
Anak gembira ketika di bolehkan main Bersama teman-temannya
Anak bercerita sambal memprakterkan
Anak lompat-lompat saat gembira
Anak cemberut sedih saat yang ia mau tidak ia dapatkan
Anak tertawa ketika bermain bersama temannya
Anak menangis saat ia merasa kesakitan
Anak ketika berbohong
Anak ketika ingin dimanja
seperti yang dikutip oleh Latifa dalam Psikologi Emosi: Ekspresi Emosi, bahwa:
Ekspresi vokal dapat berupa nada suara dan urutan pengucapan. Biasanya nada suara vokal seseorang akan berubah mengiringi emosi yang dialami. Seseorang yang marah nada suaranya akan meninggi. Mereka yang bahagia akan lepas dan lancar. Sedangkan mereka yang sedih mungkin terbata-bata. Tidak jarang kita tahu emosi yang dialami seseorang hanya dari nada suaranya saja. Suara sama pentingnya dengan ekspresi wajah, tetapi berbeda: wajah selalu bisa diobservasi kecuali kalau individu memakai topeng atau selubung (mencoba menyembunyikan emosi), namun suara adalah sebuah sistem yang tidak teratur yang biasanya bisa dihentikan sesuai kehendak. (2012:4)
Emosi yang ada pada manusia terdiri dari beberapa emosi, bahkan lebih dari enam, misalnya saja emosi kesal (jengkel), emosi benci dan emosi yang menunjukkan cinta. Namun emosi dasar pada diri manusia memudahkan kita dalam awal proses memaknai emosi dalam diri juga orang lain. Emosi-emosi dasar ini merupakan emosi yang mudah dikenali karena dari hasil penelitian Paul Ekman, menunjukkan bahwa perbedaan budaya tetap memberikan makna yang sama terhadap emosi-emosi dasar tersebut.


Menurut penrod 1983 ekspresi wajah adalah gerak wajah atau mimic muka yang mengindikasikan emosi yang dialami seseorang dengan jelas. Suatu prilaku individu yang mengambarkan suatu emosi yang ia rasakan Carlson 2004)

Analisis data yang didapatkan
Berdasarkan hasil observasi ( pengamatan ) yang telah saya lakukan, si anak telah mampu membangun kalimat dan dapat menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat dengan baik, walaupun dalam beberapa pengucapan kata si anak masih kesulitan dalam menyebutkan beberapa huruf seperti huruf ( R ). Pada umur ini, koasa kata yang dimiliki oleh si anak akan bertambah debgan cepat dan si anak mulai berbicara dengan sambil meningkatkan kegiatan fisiknya seperti berlari dan melompat. Pada saat saya melakukan observasi ( pengamatan ) si anak ( kesya ) telah mampu menggunakan atau menunjukkan mimic atau gerak tubuh sesuai dengan keadaan yang sedang di alaminya. Contohnya pada saat anak ingin membeli jajan tetapi orang tua tidak memperbolehkan anak tersebut umtuk jajan si anak tersebut terlihat jelas mimik wajah dan ekspresi wajahnya pada saat itu.pada saat anak diberi izin untuk bermain pada temannya anak tersebut sangat semangat dan senang dan pada saat anak tersebut jika melihat temannya bersedih ia merasa iba pada temannya dan pada saat itu.

Komentar