Gangguan Berbicara Gagap

Nama : Nopia Wati
Nim : A1D117007
Ruang001/Semester5
Email : nopiawati08@gmail.com

KATA PENGANTAR

Gagap atau istilah stuttering merupakan masalah ketidak lancaran berbicaradalam bentuk pengucapankata maupun alirankalimat yang dialami pada anak-anak maupun dewasa. Keluhan gagap seringkali diikuti dengan keluhan lainnya seperti mata berkedip-kedip, dahi berkerut-kerut, tangan mengepal atau bergerak tak terkendali dan tremor.anak gagap juga sering kali menjadi bahan ledekan teman sebayanya, dikucilkan dalam pergaulan dan menurunkan prestasi sekolah. Sementara pada orang dewasa yang menderita gagap sering kali sulit mendapatkan pekerjaan. Hal ini membuat penderita gagap menjadi pemalu, menarik diri, sensitip dan mudah tersinggung.
Gagap atau stuttering merupakan salah satu bentuk kelainan bicara yang ditandai dengan tersendatnya pengucapan kata-kata. Gagap terjadi ketika sebagian kata terasa lenyap, penutur mengetahui kata itu, akan tetapi tidak dapat menghasilkannya (Cahyono, 1994:262). Wujudnya secara umum, tiba-tiba anak kehilangan ide untuk mengucapkan apa yang ingin dia ungkapkan sehingga suara yang keluar terpatahpatah dan diulang-ulang sampai tidak mampu mengeluarkan bunyi suara sedikitpun untuk beberapa lama.
Gejala dapat berupa gangguan pengucapan kata, dapat berupa pengulangan sebagian kata atau seluruhnya (saya saya saya, sa..sa..sa..ya), atau keragu-raguan dalam pengucapan suatu kata (saya..mau..makan). gangguan aliran kalimat yaitu pengucapan terbata-bata pada sebagian atau seluruh kalimat pembicaraan dengan kumpulan gangguan pengucapan kata (sssayya mau mmm..kan na..nasi goreng) atau terjadi pemanjangan kalimat dengan adanya suara mmmmmm atau aaaaaa diantara kata-kata (saya mau makan mmmmmm nasi goreng). Gagap dapat terjadi sebagai gangguan perkembangan pada masa kanak-kanak atau sebagai gangguan yang mungkin berhungan dengan kerusakan pada otak atau penyakit otak lainnya.


PEMBAHASAAN

PENGERTIAN GAGAP
Gagap adalah ketidaknormalan verbalisasi kata yaitu tingginya penghentian bicara, suku kata atau salah satu huruf dalam suku kata, penahanan dan pengulangan bunyi, serta penggantian kata untuk menghindari kata yang menimbulkan masalah (Bogue, 2009; Guitar, 2006; Halgin & Whitbourne, 2010; Parker & Parker, 2002; Walden, dkk., 2012). Orang dengan gangguan gagap berbicara dengan penekanan fisik yang berlebihan seperti sulit bernafas, mata berkedip cepat, mulut bergetar dan ekspresi wajah seperti berjuang keras untuk bicara (Mahr & Torosian, 1991). American Psychiatric Association (2000) dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV TR) kode 307.0 memuat kriteria gagap yaitu :
Gangguan pola dan ketidaklancaran bicara di usia yang tidak seharusnya, karakteristik diikuti oleh satu atau lebih tanda : a. Pengulangan bunyi dan suku kata
Perpanjangan bunyi kata
Interjeksi atau penyisipan dalam kalimat
Kata-kata yang rusak (ada penghentian pada kata atau kata-kata yang terputus-putus)
Menahan suara atau diam (berisi jeda selama berbicara)
Memakai kata yang banyak (mengganti kata-kata untuk menghindari katakata yang bermasalah)
Mengatakan sesuatu dengan penekanan fisik yang berlebihan
Mengulang kata atau suku kata keseluruhan (“Dari,dari mana kamu?”)
Gagap dapat mengganggu prestasi akademik atau kerja, dan komunikasi sosial.
Onslow dan Packman menemukan orang dengan gangguan gagap memiliki kecemasan dan penilaian yang negatif terhadap interaksi sosial. Hal itu menunjukkan bahwa mereka menganggap orang lain cenderung kritis dan mengevaluasi mereka secara negatif. Ketakutan pada evaluasi negatif merupakan faktor risiko kognitif dalam kecemasan interaksi sosial (Levinson dkk, 2013).

B. PENYEBAB KEGAGAPAN
Gagap disebabkan oleh multi faktor (Blomgren, Roy, Callister, & Merrill, 2005) yaitu faktor keturunan, perkembangan bahasa, perilaku yang dipelajari, faktor orangtua, faktor kejadian dalam kehidupan (Klompas & Ross, 2004; Lavid, 2003; Millard, Nicholas, Cook, 2008; Sa’diah, 2012; Walter, 2010) dan faktor emosi seperti kecemasan (Alm, 2004; Iverach, dkk, 2010). Faktor utama sebagai penyebab gagap adalah kritikan yang terus diterima oleh seseorang sejak masa kecil sehingga menimbulkan kecemasan dalam berbicara (Bogue, 2009; Guitar, 2006). Ketika anak mengalami peningkatan rangsangan emosi seperti kecemasan maka, kegagapan akan muncul (Sa’diah, 2012), oleh karena itu kecemasan menjadi awal mula terjadinya kegagapan pada anak akibat perlakuan lingkungan yang negatif. 
Penyebabnya gagap belum sepenuhnya dipahami dan diperkirakan merupakan gabungan antara faktor genetik dan lingkungan. Pada anak lelaki dengan gagap menetap diduga dipengaruhi oleh faktor genetik dengan anggota keluarga yang gagap juga. Pada anak-anak dalam periode perkembangan berbahasa sering dijumpai gagap ketika mulai belajar menggabungkan 2-3 kata dalam kalimat kompleks. Periode ini dimulai dari usia 18-24 bulan dimana anak-anak sangat berminat belajar berbicara namun menghadapi stres karena keterbatasan pertumbuhan organ-organ wicara. Oranguta dapat melihat adanya pengulangan seluruh atau sebagian kata, hilang kata, penambahan suara, dan ragu-ragu berbicara. Sebagian besar gagap pada anak akan hilang dengan sendirinya namun beberapa akan menetap dengan beberapa komplikasi seperti rendah diri, ketakutan, pemalu, dan frustasi.
C. SOLUSI
Mengabaikan gagap (konon dipercaya dapat membuat gejalanya mereda) bukanlah langkah yang baik. Begitu pula dengan menganggap kondisi hambatan berbahasa ini sebagai sesuatu yang biasa dalam perkembangan bicara dan bahasa anak.
Gagap dapat menimbulkan dampak yang beragam bagi anak. Mulai dari masalah berkomunikasi, hingga berdampak pada psikososial anak. Kenalilah cara mengatasi gagap pada anak berikut ini:
Perhatikan dengan Sabar Ucapan Anak
Menghadapi anak yang gagap memerlukan lebih banyak kesabaran. Dengarkanlah dengan baik dan seksama apa yang diucapkan oleh anak Anda. Jangan biarkan ia merasa Anda terganggu atau tidak sabar dalam mendengarkan ia berbicara. Selain itu, sebisa mungkin hindari memotong pembicaraannya atau terus bertanya apa yang ingin ia katakan.
Bicara dengan Tenang
Selain memerhatikan apa yang ia katakan, cobalah untuk bicara dengan tenang dan perlahan. Buatlah suasana rumah menjadi tenang, nyaman, dan minta anggota keluarga lain untuk juga berbicara dengan tenang kepada anak Anda.
Hindari Perkataan Ini
Ketika Anda mengetahui anak Anda mengalami gagap bicara, Anda mungkin ingin mengatakan. “Bicaralah perlahan”, atau “Cobalah bicara lebih jelas”  tapi dianjurkan untuk menghindari mengatakan hal tersebut.  Hal ini dimaksudkan agar anak Anda tidak kehilangan kepercayaan dirinya.
Ajak Anak Anda Membaca
Anda juga bisa mengajak anak Anda untuk membaca dengan suara yang keras. Membaca dengan suara yang keras dapat mengajarkan anak Anda untuk bernapas dengan baik saat berbicara. Meski mungkin awalnya sulit, cobalah untuk membantunya secara perlahan.
Selain itu, cobalah luangkan waktu untuk bicara berdua saja dengan anak Anda. Hal ini diharapkan dapat membantunya dalam menghadapi masalahnya dalam berkomunikasi.
Orangtua juga perlu memahami, bahwa gagap adalah proses pembelajaran, seperti belajar berjalan, belajar menulis atau belajar bersepeda. Kesalahan pengucapan dan gagap merupakan hal yang wajar dan orangtua jangan memarahi anaknya. Orangtua dapat melatih anak gagap untuk berbicara yang benar seperti bicara perlahan-lahan, menggunakan kalimat pendek-pendek dan mengurangi pertanyaan kompleks ketika berbicara dengan anak mereka. Orangtua juga harus menyediakan waktu dan menciptakan suasana tenang dan nyaman untuk bercakap-cakap dengan anak mereka. Melatih mengulang ucapan yang gagap dengan perlahan-lahan dapat mengurangi keluhan gagap. Jadi peran orangtua dan keluarga sangatlan penting untuk menangani anak yang gagap.


Salah satu kelainan bawaan yang menyerang sistem kerja saraf atau otak adalah gangguan berbicara pada penyandang gagap. Gagap atau stuttering merupakan salah satu bentuk kelainan bicara yang ditandai dengan tersendatnya pengucapan kata-kata. Gagap terjadi ketika sebagian kata terasa lenyap, penutur mengetahui kata itu, akan tetapi tidak dapat menghasilkannya (Cahyono, 1994:262). Wujudnya secara umum, tiba-tiba anak kehilangan ide untuk mengucapkan apa yang ingin dia ungkapkan sehingga suara yang keluar terpatahpatah dan diulang-ulang sampai tidak mampu mengeluarkan bunyi suara sedikitpun untuk beberapa lama. Reaksi ini bersamaan dengan kekejangan otot leher dan diafragma yang disebabkan oleh tidak sempurnanya koordinasi otot-otot bicara. Bila ketegangan sudah berlalu, akan meluncur serentetan kata-kata sampai ada kekejangan otot lagi.
Pendapat lainnya menyatakan bahwa gagap adalah masalah gangguan bicara yang mempengaruhi kefasihan berbicara. Mereka yang mengalami kesulitan ini ditandai pengulangan bagian pertama dari kata yang ingin diucapkannya atau menahan bunyi tunggal di tengah kata. Sebagian orang yang gagap malah lebih parah, tidak ada satupun kata yang terucap, semua tertahan di kerongkongan.










DAFTAR PUSTAKA

-Sekartini Rini,&Surjadinata Daniel, Artikel pernah dimuat dalam dua bagian terpisah di harian Kompas tanggal 20/4/2014 dan 27/4/2014, pada kolom Klasika.
-Putu ardika yana universitas gajah mada,2015
-Praba Prayascitta, Widodo, dan Karkono Universitas Negeri Malang,2015
-sarifah aliyah, universitas pendidikan indonesia 2013 dengan judul studi kasus pada anak taman kanak-kanak yang mengalami hambatan berbicara

Komentar